3 Cara Membalas Panggilan Interview via WA, Email, & LinkedIn: Panduan Lengkap

Jika Anda sedang mencari pekerjaan atau sedang dalam proses seleksi, mungkin Anda akan mendapatkan panggilan interview melalui berbagai media komunikasi seperti WhatsApp (WA), email, atau LinkedIn. Bagaimana seharusnya Anda merespons panggilan tersebut dengan baik dan profesional? Dalam artikel ini, kami akan membahas secara detail dan komprehensif tentang 3 cara membalas panggilan interview melalui WA, email, dan LinkedIn.

Sebelum kita melangkah lebih jauh, penting untuk diingat bahwa merespons panggilan interview dengan tepat adalah langkah awal yang penting dalam membangun kesan yang baik kepada calon atasan atau perekrut. Cara Anda merespons juga dapat mencerminkan profesionalisme dan komitmen Anda terhadap proses seleksi. Oleh karena itu, penting untuk memahami setiap media komunikasi dan menjawab dengan tepat sesuai dengan etika yang berlaku.

Membalas Panggilan Interview melalui WhatsApp (WA)

Jawaban melalui WA merupakan cara yang cepat dan efisien dalam merespons panggilan interview. Namun, penting untuk tetap menjaga kesopanan dan profesionalisme dalam pesan Anda. Berikut adalah langkah-langkah yang tepat untuk membalas panggilan interview melalui WA:

1. Menyapa dengan Sopan

Saat membalas panggilan interview melalui WA, pertama-tama sapa calon atasan atau perekrut dengan sopan. Gunakan salam pembuka yang sesuai seperti “Halo” atau “Selamat pagi/siang/sore”. Ini menunjukkan adanya rasa hormat dan kesopanan dalam komunikasi.

2. Mengenali Pengirim Pesan

Jika Anda belum mengenali pengirim pesan atau nomor yang tidak dikenal, pastikan untuk meminta identitas pengirim terlebih dahulu sebelum melanjutkan pembicaraan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa Anda berkomunikasi dengan pihak yang tepat.

3. Mengekspresikan Rasa Terima Kasih

Setelah menyapa dan mengenali pengirim pesan, luangkan waktu untuk mengucapkan terima kasih atas panggilan interview yang diberikan. Hal ini menunjukkan bahwa Anda menghargai kesempatan yang diberikan kepada Anda.

4. Mengkonfirmasi Ketersediaan

Setelah mengucapkan terima kasih, pastikan untuk mengkonfirmasi ketersediaan Anda untuk mengikuti interview. Berikan informasi mengenai tanggal dan jam yang diusulkan untuk interview, dan pastikan untuk memberikan konfirmasi yang jelas dan tegas.

5. Menyampaikan Pertanyaan atau Permintaan Informasi Tambahan

Jika ada pertanyaan atau permintaan informasi tambahan yang ingin Anda sampaikan, gunakan kesempatan ini untuk melakukannya. Pastikan pertanyaan atau permintaan Anda relevan dengan proses seleksi dan sampaikan dengan jelas dan singkat.

6. Mengakhiri Pesan dengan Kesopanan

Terakhir, akhiri pesan Anda dengan kesopanan. Gunakan salam penutup yang sesuai seperti “Terima kasih” atau “Hormat saya”. Hal ini menunjukkan sikap yang sopan dalam berkomunikasi dan meninggalkan kesan yang baik.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat membalas panggilan interview melalui WA dengan sopan, efisien, dan profesional. Ingat untuk selalu menjaga kesopanan dalam setiap pesan yang Anda kirimkan dan menjawab dengan jujur dan tepat waktu.

Membalas Panggilan Interview melalui Email

Membalas panggilan interview melalui email memberikan kesempatan untuk menyampaikan informasi tambahan dan kesan yang lebih rinci. Berikut adalah cara yang tepat untuk membalas panggilan interview melalui email:

1. Menyapa dengan Hormat

Saat membalas panggilan interview melalui email, mulailah dengan menyapa calon atasan atau perekrut dengan hormat. Gunakan salam pembuka yang sesuai seperti “Bapak/Ibu” atau “Hormat saya”. Ini menunjukkan adanya rasa hormat dalam komunikasi.

2. Mengucapkan Terima Kasih

Setelah menyapa, luangkan waktu untuk mengucapkan terima kasih atas panggilan interview yang diberikan. Ungkapkan rasa syukur Anda atas kesempatan yang diberikan dan apresiasi terhadap waktu dan perhatian yang diberikan oleh pihak yang mengundang Anda.

3. Mengonfirmasi Ketersediaan

Setelah mengucapkan terima kasih, pastikan untuk mengkonfirmasi ketersediaan Anda untuk mengikuti interview. Berikan informasi mengenai tanggal dan jam yang diusulkan untuk interview, dan pastikan untuk memberikan konfirmasi yang jelas dan tegas.

4. Menyampaikan Informasi Tambahan

Jika ada informasi tambahan yang ingin Anda sampaikan seperti portofolio atau referensi, gunakan kesempatan ini untuk melakukannya. Pastikan informasi yang Anda sampaikan relevan dengan proses seleksi dan sampaikan dengan jelas dan rinci.

5. Menyampaikan Pertanyaan atau Permintaan Informasi Tambahan

Jika ada pertanyaan atau permintaan informasi tambahan yang ingin Anda sampaikan, gunakan kesempatan ini untuk melakukannya. Pastikan pertanyaan atau permintaan Anda relevan dengan proses seleksi dan sampaikan dengan jelas dan singkat.

6. Mengakhiri Pesan dengan Kesopanan

Terakhir, akhiri pesan Anda dengan kesopanan. Gunakan salam penutup yang sesuai seperti “Hormat saya” atau “Terima kasih”. Hal ini menunjukkan sikap yang sopan dalam berkomunikasi dan meninggalkan kesan yang baik.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat membalas panggilan interview melalui email dengan jelas, rinci, dan profesional. Ingat untuk selalu menjaga kesopanan dalam setiap pesan yang Anda kirimkan dan menjawab dengan jujur dan tepat waktu.

Membalas Panggilan Interview melalui LinkedIn

LinkedIn adalah platform profesional yang populer untuk berkomunikasi dengan calon atasan atau perekrut. Berikut adalah cara yang tepat untuk membalas panggilan interview melalui LinkedIn:

1. Menyapa dengan Profesionalisme

Saat membalas panggilan interview melalui LinkedIn, mulailah dengan menyapa calon atasan atau perekrut dengan profesionalisme. Gunakan salam pembuka yang sesuai seperti “Halo” atau “Selamat pagi/siang/sore”. Ini menunjukkan adanya sikap profesional dalam komunikasi.

2. Mengucapkan Terima Kasih

Setelah menyapa, luangkan waktu untuk mengucapkan terima kasih atas panggilan interview yang diberikan. Ungkapkan rasa syukur Anda atas kesempatan yang diberikan dan apresiasi terhadap waktu dan perhatian yang diberikan oleh pihak yang mengundang Anda.

3. Mengonfirmasi Ketersediaan

Setelah mengucapkan terima kasih, pastikan untuk mengkonfirmasi ketersediaan Anda untuk mengikuti interview. Berikan informasi mengenai tanggal dan jam yang diusulkan untuk interview, dan pastikan untuk memberikan konfirmasi yang jelas dan tegas.

4. Menyampaikan Informasi Tambahan

Jika ada informasi tambahan yang ingin Anda sampaikan seperti portofolio atau referensi, gunakan kesempatan ini untuk melakukannya. Pastikan informasi yang Anda sampaikan relevan dengan proses seleksi dan sampaikan dengan jelas dan rinci.

5. Menyampaikan Pertanyaan atau Permintaan Informasi Tambahan

Jika ada pertanyaan atau permintaan informasi tambahan yang ingin Anda sampaikan, gunakan kesempatan ini untuk melakukannya. Sampaikan pertanyaan atau permintaan Anda dengan jelas dan singkat, dan pastikan relevan dengan proses seleksi yang sedang berlangsung.

6. Mengakhiri Pesan dengan Kesopanan

Terakhir, akhiri pesan Anda dengan kesopanan. Gunakan salam penutup yang sesuai seperti “Hormat saya” atau “Terima kasih”. Hal ini menunjukkan sikap yang sopan dan profesional dalam berkomunikasi melalui LinkedIn.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat membalas panggilan interview melalui LinkedIn dengan sikap yang profesional dan meninggalkan kesan yang baik kepada calon atasan atau perekrut. Pastikan untuk selalu menjaga etika komunikasi dan menjawab dengan tepat dan tepat waktu.

Menyusun Pesan Balasan yang Efektif

Pesan balasan yang efektif adalah kunci untuk memberikan kesan yang baik kepada calon atasan atau perekrut. Berikut adalah tips dan trik untuk menyusun pesan balasan yang efektif:

1. Gunakan Bahasa yang Jelas dan Sopan

Pastikan pesan balasan Anda menggunakan bahasa yang jelas dan sopan. Hindari penggunaan kata-kata kasar atau tidak pantas, dan gunakan ungkapan yang sopan dan profesional.

2. Sampaikan Informasi dengan Singkat dan Padat

Cukupkan informasi yang ingin Anda sampaikan dengan singkat dan padat. Sampaikan dengan jelas dan langsung ke intinya tanpa perlu bertele-tele. Ini akan membuat pesan Anda mudah dipahami dan tidak membuang-buang waktu calon atasan atau perekrut.

3. Hindari Kesalahan Tatabahasa dan Ejaan

Periksa kembali pesan balasan Anda sebelum mengirimkannya untuk memastikan tidak ada kesalahan tatabahasa dan ejaan. Kesalahan tersebut dapat mencerminkan ketidakseriusan dan kurangnya perhatian terhadap detail, yang dapat membuat kesan yang buruk.

4. Jaga Teks Rapi dan Teratur

Pastikan teks pesan balasan Anda rapi dan teratur. Gunakan paragraf pendek untuk memudahkan pembacaan, dan gunakan spasi antara paragraf untuk memberikan kesan yang lebih teratur dan mudah dipahami.

5. Gunakan Pemformatan yang Tepat

Pemformatan yang tepat dapat membantu menyampaikan pesan dengan lebih jelas. Gunakan tanda baca, huruf tebal, atau garis miring jika diperlukan untuk menyoroti informasi penting atau untuk memberikan penekanan pada kata-kata tertentu.

6. Gunakan Kata-kata yang Positif dan Percaya Diri

Gunakan kata-kata yang positif dan percaya diri dalam pesan balasan Anda. Ini akan memberikan kesan bahwa Anda memiliki kepercayaan diri dan keyakinan terhadap kemampuan Anda. Hindari penggunaan kata-kata negatif atau ragu-ragu yang dapat mereduksi kesan yang baik.

7. Sampaikan Niat Anda yang Positif

Sampaikan niat Anda yang positif dalam pesan balasan. Berikan kesan bahwa Anda tertarik dan antusias terhadap kesempatan yang diberikan, dan bahwa Anda siap untuk mengambil langkah selanjutnya dalam proses seleksi.

8. Periksa Kembali Sebelum Mengirim

Sebelum mengirim pesan balasan, periksa kembali keseluruhan isi pesan. Pastikan tidak ada kesalahan ketik atau informasi yang terlewat. Periksa juga alamat email atau kontak yang Anda gunakan untuk memastikan keakuratan informasi tersebut.

Dengan menyusun pesan balasan yang efektif, Anda dapat memberikan kesan yang baik kepada calon atasan atau perekrut. Pesan yang jelas, sopan, dan teratur akan membantu membangun citra profesionalisme dan komitmen Anda terhadap proses seleksi.

Mengucapkan Terima Kasih atas Panggilan Interview

Mengucapkan terima kasih atas panggilan interview adalah sikap yang sopan dan menghargai waktu dan kesempatan yang diberikan kepada Anda. Berikut adalah cara yang tepat untuk mengucapkan terima kasih kepada pihak yang mengundang Anda untuk interview:

1. Sampaikan Rasa Terima Kasih yang Tulus

Sampaikan rasa terima kasih Anda dengan tulus dan jujur. Ungkapkan apresiasi Anda atas kesempatan yang diberikan dan berikan catatan yang menunjukkan bahwa Anda menghargai waktu dan perhatian yang diberikan oleh pihak yang mengundang Anda.

2. Sebutkan Alasan Anda Menghargai Panggilan Interview

Sebutkan alasan spesifik mengapa Anda menghargai panggilan interview tersebut. Misalnya, Anda dapat menyebutkan bahwa kesempatan ini merupakan langkah penting dalam karir Anda, atau bahwa Anda sangat tertarik dengan perusahaan atau posisi yang ditawarkan.

3. Sampaikan Keinginan Anda untuk Bertemu dan Berdiskusi

Sampaikan keinginan Anda untuk bertemu dan berdiskusi lebih lanjut dalam interview. Berikan penegasan bahwa Anda siap untuk mengambil langkah selanjutnya dan berkontribusi secara positif dalam proses seleksi.

4. Gunakan Bahasa yang Sopan dan Bersahaja

Gunakan bahasa yang sopan dan bersahaja dalam mengucapkan terima kasih. Hindari penggunaan bahasa yang terlalu formal atau kaku, tetapi juga hindari penggunaan bahasa yang terlalu santai atau tidak pantas dalam konteks profesional.

5. Akhiri dengan Harapan untuk Bertemu

Akhiri pesan Anda dengan harapan untuk bertemu dalam interview. Sampaikan harapan Anda untuk dapat melanjutkan proses seleksi dan berkesempatan untuk berinteraksi lebih lanjut dengan calon atasan atau perekrut.

Dengan mengucapkan terima kasih secara tulus, Anda menunjukkan sikap yang sopan dan menghargai waktu dan perhatian yang diberikan oleh pihak yang mengundang Anda untuk interview. Ingatlah untuk selalu menyampaikan rasa terima kasih dengan tulus dan jujur.

Konfirmasi Kehadiran dan Penjadwalan Ulang

Konfirmasi kehadiran dan penjadwalan ulang interview adalah langkah selanjutnya setelah Anda merespons panggilan interview. Berikut adalah cara yang tepat untuk melakukan konfirmasi kehadiran dan penjadwalan ulang dengan baik dan profesional:

1. Sampaikan Konfirmasi Kehadiran Anda

Sampaikan konfirmasi kehadiran Anda secara jelas dan tegas. Berikan informasi mengenai tanggal, jam, dan lokasi yang telah disepakati, serta pastikan untuk menyebutkan bahwa Anda akan hadir sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

2. Jika Tidak Dapat Hadir, Berikan Alasan yang Jelas

Jika ada alasan yang membuat Anda tidak dapat hadir sesuai jadwal yang telah ditetapkan, sampaikan alasan tersebut dengan jelas dan segera. Berikan penjelasan yang objektif dan hindari penggunaan alasan yang tidak meyakinkan atau terlalu pribadi.

3. Ajukan Permohonan Penjadwalan Ulang dengan Sopan

Jika Anda perlu melakukan penjadwalan ulang interview, ajukan permohonan tersebut dengan sopan. Sampaikan alasan yang jelas dan minta maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan. Berikan beberapa opsi jadwal alternatif yang dapat dijadikan pertimbangan.

4. Jangan Menunggu Hingga Dekat dengan Jadwal Interview

Usahakan untuk tidak menunggu hingga dekat dengan jadwal interview untuk melakukan konfirmasi kehadiran ataupenjadwalan ulang. Berikan pihak yang mengundang Anda waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian jadwal jika diperlukan. Semakin awal Anda mengkonfirmasi atau melakukan penjadwalan ulang, semakin baik bagi semua pihak yang terlibat.

5. Sampaikan Permintaan Maaf Jika Terlambat Mengkonfirmasi

Jika Anda terlambat dalam mengkonfirmasi kehadiran atau melakukan penjadwalan ulang, sampaikan permintaan maaf yang tulus. Berikan penjelasan yang jujur dan minta maaf atas kesalahan atau ketidaktepatan waktu yang telah terjadi.

6. Jaga Komunikasi yang Efisien dan Responsif

Jaga komunikasi yang efisien dan responsif selama proses konfirmasi kehadiran dan penjadwalan ulang. Pastikan untuk menjawab pertanyaan atau permintaan informasi tambahan dengan cepat dan memberikan informasi yang diperlukan dengan jelas dan tepat.

Dengan melakukan konfirmasi kehadiran dan penjadwalan ulang secara tepat, Anda menunjukkan sikap yang profesional dan menghargai waktu dan perhatian yang diberikan oleh pihak yang mengundang Anda untuk interview. Ingatlah untuk selalu menjaga komunikasi yang efisien dan responsif dalam setiap tahap proses seleksi.

Menjelaskan Keterkaitan dengan Jadwal Lainnya

Terkadang, Anda mungkin memiliki jadwal lain yang bertabrakan dengan jadwal interview yang diusulkan. Berikut adalah cara yang tepat untuk menjelaskan keterkaitan dengan jadwal lain kepada pihak yang mengundang Anda untuk interview:

1. Sampaikan Keterkaitan dengan Jadwal Lain dengan Jujur

Sampaikan secara jujur bahwa Anda memiliki jadwal lain yang bertabrakan dengan jadwal interview yang diusulkan. Hindari memberikan alasan palsu atau mencoba mengelak dari kenyataan. Berikan penjelasan yang jujur dan objektif tentang keterkaitan jadwal yang Anda miliki.

2. Berikan Alternatif Waktu atau Hari

Jika memungkinkan, berikan alternatif waktu atau hari untuk menjadwalkan interview. Berikan beberapa pilihan yang dapat dijadikan pertimbangan oleh pihak yang mengundang Anda. Ini menunjukkan fleksibilitas dan kesediaan Anda untuk menyesuaikan jadwal.

3. Mintalah Pertimbangan dan Kesediaan untuk Penjadwalan Ulang

Mintalah pertimbangan dan kesediaan pihak yang mengundang Anda untuk melakukan penjadwalan ulang interview. Sampaikan bahwa Anda menghargai kesempatan yang diberikan dan berharap dapat menemukan solusi yang memungkinkan bagi semua pihak untuk melanjutkan proses seleksi.

4. Sampaikan Kesediaan untuk Mengadakan Interview Melalui Media Lain

Jika memungkinkan, sampaikan kesediaan Anda untuk mengadakan interview melalui media lain yang tidak bertabrakan dengan jadwal lain yang Anda miliki. Misalnya, jika Anda tidak dapat hadir secara fisik, sampaikan bahwa Anda dapat mengikuti interview melalui telepon atau video conference.

5. Jaga Komunikasi yang Terbuka dan Kooperatif

Teruslah menjaga komunikasi yang terbuka dan kooperatif dalam menjelaskan keterkaitan dengan jadwal lain. Dengarkan dengan baik saran atau alternatif yang diberikan oleh pihak yang mengundang Anda dan berusaha mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan bagi semua pihak.

Dengan menjelaskan keterkaitan dengan jadwal lain secara jujur dan terbuka, Anda menunjukkan sikap yang profesional dan fleksibel dalam menghadapi situasi yang mungkin tidak ideal. Ingatlah untuk selalu menjaga komunikasi yang terbuka dan kolaboratif dalam menjelaskan keterkaitan jadwal yang Anda miliki.

Memberikan Informasi Tambahan yang Relevan

Kadang-kadang, pihak yang mengundang Anda untuk interview mungkin meminta informasi tambahan seperti portofolio atau referensi. Berikut adalah cara yang tepat untuk memberikan informasi tambahan yang relevan:

1. Pastikan Informasi yang Anda Sampaikan Relevan dengan Proses Seleksi

Sebelum memberikan informasi tambahan, pastikan bahwa informasi tersebut relevan dengan proses seleksi yang sedang berlangsung. Hanya sampaikan informasi yang benar-benar berhubungan dengan posisi yang Anda lamar dan dapat memberikan nilai tambah bagi calon atasan atau perekrut.

2. Susun Informasi dengan Terstruktur dan Jelas

Susun informasi tambahan dengan terstruktur dan jelas. Gunakan subjudul atau poin-poin untuk memudahkan pembacaan dan memastikan informasi yang Anda sampaikan mudah dipahami oleh calon atasan atau perekrut.

3. Lampirkan atau Sertakan Link yang Relevan

Jika memungkinkan, lampirkan atau sertakan link yang relevan untuk informasi tambahan yang Anda sampaikan. Misalnya, jika Anda memiliki portofolio online, sertakan tautan ke portofolio tersebut agar calon atasan atau perekrut dapat dengan mudah mengaksesnya.

4. Jelaskan Secara Singkat dan Padat

Jelaskan informasi tambahan secara singkat dan padat. Hindari memberikan informasi yang terlalu panjang dan berlebihan, tetapi pastikan memberikan cukup detail yang dapat memberikan pemahaman yang baik tentang kemampuan atau pengalaman Anda.

5. Pastikan Informasi yang Anda Sampaikan Akurat dan Terbaru

Periksa kembali informasi yang Anda sampaikan untuk memastikan keakuratan dan kelengkapan. Pastikan informasi yang Anda berikan terbaru dan mencerminkan kualitas dan prestasi terbaru yang Anda miliki.

Dengan memberikan informasi tambahan yang relevan, Anda dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang kemampuan dan pengalaman Anda kepada calon atasan atau perekrut. Ingatlah untuk selalu menyampaikan informasi dengan terstruktur, jelas, dan akurat.

Mengonfirmasi Kembali Detail Interview

Mengonfirmasi kembali detail interview adalah langkah penting untuk memastikan bahwa Anda siap dan mempersiapkan diri dengan baik. Berikut adalah cara yang tepat untuk mengonfirmasi kembali detail interview dengan pihak yang mengundang Anda:

1. Sampaikan Permintaan Konfirmasi Detail Interview

Sampaikan permintaan konfirmasi detail interview kepada pihak yang mengundang Anda. Mintalah informasi mengenai tanggal, jam, lokasi, serta orang yang akan bertemu dengan Anda dalam interview. Pastikan Anda memiliki semua informasi yang diperlukan untuk menghadiri interview.

2. Jika Ada Pertanyaan, Sampaikan dengan Jelas

Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran terkait detail interview, sampaikan dengan jelas kepada pihak yang mengundang Anda. Berikan pertanyaan atau klarifikasi yang relevan dan pastikan Anda memiliki pemahaman yang baik tentang proses dan persiapan yang diperlukan.

3. Mintalah Konfirmasi Kembali dengan Jelas

Setelah Anda mengonfirmasi detail interview dan menyampaikan pertanyaan atau kekhawatiran, mintalah konfirmasi kembali dengan jelas dari pihak yang mengundang Anda. Pastikan Anda mendapatkan jawaban yang memadai dan akurat untuk memastikan bahwa Anda siap dan mempersiapkan diri dengan baik.

4. Jaga Komunikasi yang Terbuka dan Responsif

Jaga komunikasi yang terbuka dan responsif selama proses mengonfirmasi kembali detail interview. Pastikan untuk menjawab pertanyaan atau permintaan informasi tambahan dengan cepat dan memberikan informasi yang diperlukan dengan jelas dan tepat.

Dengan mengonfirmasi kembali detail interview, Anda memastikan bahwa Anda memiliki semua informasi yang diperlukan dan siap untuk menghadiri interview dengan baik. Ingatlah untuk selalu menjaga komunikasi yang terbuka dan responsif dalam setiap tahap proses seleksi.

Mengakhiri Pesan dengan Kesan yang Positif

Mengakhiri pesan dengan kesan yang positif adalah cara yang baik untuk meninggalkan kesan terakhir kepada calon atasan atau perekrut. Berikut adalah cara yang tepat untuk mengakhiri pesan dengan kesan yang positif:

1. Sampaikan Harapan untuk Bertemu

Sampaikan harapan Anda untuk dapat bertemu dalam interview dan berinteraksi lebih lanjut dengan calon atasan atau perekrut. Berikan penegasan bahwa Anda antusias dan siap untuk mengambil langkah selanjutnya dalam proses seleksi.

2. Ucapkan Terima Kasih Sekali Lagi

Ucapkan terima kasih sekali lagi kepada pihak yang mengundang Anda. Sampaikan apresiasi Anda atas kesempatan yang diberikan dan berikan catatan terakhir yang menunjukkan rasa terima kasih Anda atas waktu dan perhatian yang telah diberikan.

3. Sampaikan Keinginan Anda untuk Melanjutkan Proses Seleksi

Sampaikan keinginan Anda untuk melanjutkan proses seleksi dan memberikan kontribusi yang positif jika diberikan kesempatan. Berikan penegasan bahwa Anda siap untuk menghadapi tantangan dan membuktikan kemampuan Anda dalam lingkungan kerja yang sebenarnya.

4. Tinggalkan Kontak yang Dapat Dihubungi

Tinggalkan kontak yang dapat dihubungi seperti nomor telepon atau alamat email yang dapat digunakan oleh pihak yang mengundang Anda untuk interview. Hal ini memudahkan pihak tersebut untuk menghubungi Anda jika ada perubahan jadwal atau informasi penting lainnya.

5. Akhiri dengan Salam Penutup yang Tepat

Akhiri pesan Anda dengan salam penutup yang tepat seperti “Hormat saya” atau “Terima kasih”. Hal ini menunjukkan sikap yang sopan dalam berkomunikasi dan meninggalkan kesan yang baik kepada calon atasan atau perekrut.

Dengan mengakhiri pesan dengan kesan yang positif, Anda meninggalkan kesan terakhir yang baik kepada calon atasan atau perekrut. Ingatlah untuk selalu menyampaikan harapan, terima kasih, dan keinginan Anda untuk melanjutkan proses seleksi dengan sikap yang positif dan profesional.

Dalam proses seleksi, respons yang baik dan tepat dalam merespons panggilan interview melalui WA, email, atau LinkedIn dapat memberikan kesan yang positif kepada calon atasan atau perekrut. Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat merespons panggilan interview dengan profesionalisme, menjaga etika komunikasi, dan meningkatkan peluang Anda untuk berhasil dalam proses seleksi. Ingatlah untuk selalu menjaga sopan santun, menjawab dengan jujur dan tepat waktu, serta mempersiapkan diri dengan baik. Semoga sukses dalam pencarian pekerjaan Anda!

Leave a Comment